Jagung PRG event GA21 x T25 dirakit melalui proses persilangan konvensional yang menggabungkan 2 (dua) event tunggal Jagung PRG event GA21 dan Jagung PRG event T25. Persilangan dilakukan dimana Jagung PR event GA21 sebagai tetua betina dan Jagung PRG event T25 sebagai tetua jantan. Jagung PRG event GA21 mengandung gen sisipan mepsps berasal dari tanaman jagung. Gen ini menyandi protein mEPSPS yang memberikan sifat toleran terhadap herbisida glifosat. Jagung PRG event T25 mengandung gen sisipan pat berasal dari bakteri Streptomyces viridochromogenes. Gen in menyandi protein PAT yang memberikan sifat toleran terhadap amonium glufosinat. Hail persilangan Jagung PRG event GA21 dan Jagung PRG event T25 adalah tanaman Jagung PRG yang mempunyai sifat toleran terhadap herbisida glifosat dan amonium glufosinat.
Pengkajian keamanan pakan pada masing-masing event tunggal GA21 dan T25 yang telah dilakukan meliputi informasi genetik (elemen genetik, sumber gen sisipan, sistem transformasi, dan stabilitas genetik), kesepadanan substansial, dan toksisitas (studi bioinformatika, kecernaan in vitro, dan toksisitas oral akut), serta studi pakan. Untuk pengkajian Jagung PRG event GA21 x T25 difokuskan pada data/informasi baru yang didapatkan dari hasil persilangan GA21 × T25 yaitu meliputi elemen genetik, protein yang dihasilkan, dan kesepadanan substansial pada event dibandingkan dengan masing-masing event tunggalnya, yang diuraikan pada bab berikut ini.