Tebu PRG event SPS3 merupakan produk rekayasa genetik dari Tim Peneliti Universitas Jember yang dirakit untuk meningkatkan produksi gula dan biomassa. Modifikasi dilakukan dengan menyisipkan gen SoSPS1 yang mengode enzim sucrose phosphate synthase (SPS) menggunakan vektor Agrobacterium tumefaciens strain GV3101. Enzim SPS berperan penting dalam biosintesis sukrosa, sehingga overekspresi SoSPS1 pada tebu PRG event SPS3 terbukti dapat meningkatkan kandungan sukrosa batang dan biomassa dibandingkan varietas tetua BL non-PRG.
Kajian keamanan lingkungan menunjukkan bahwa:
- Stabilitas dan Karakter Genetik:
Tebu PRG event SPS3 mengandung satu kaset T-DNA yang berisi promoter CaMV-35S, gen SoSPS1, terminator nos, serta gen penanda nptII beserta elemen regulasinya. Analisis Southern blot menunjukkan bahwa insersi transgen bersifat tunggal dan stabil, serta terbukti konsisten hingga generasi ketiga melalui perbanyakan vegetatif. Tidak ditemukan insersi DNA backbone di luar T-DNA pada genom tebu PRG event SPS3. - Kesepadanan Morfologi dan Sifat Agronomis:
Pengujian di Fasilitas Uji Terbatas (FUT) dan Lapangan Uji Terbatas (LUT) menunjukkan bahwa tebu PRG event SPS3 memiliki morfologi yang sepadan dengan tetua BL non-PRG (karakter daun, ruas, dan mata tunas). Perbedaan utama hanya pada peningkatan kandungan sukrosa (±32%) dan biomassa batang (hingga ±40,8%), serta peningkatan nilai Brix dan biomassa pada beberapa lokasi uji lapang. - Dampak terhadap Organisme Non-Target dan Biodiversitas:
Uji di lapang menunjukkan bahwa penanaman tebu PRG event SPS3 tidak menimbulkan perbedaan signifikan terhadap jumlah, jenis, maupun indeks keanekaragaman serangga jika dibandingkan dengan tebu BL non-PRG maupun lingkungan di luar lokasi uji. Siklus hidup dan mortalitas hama penggerek batang serta parasitoid lalat Jatiroto tidak terpengaruh. Hal ini mengindikasikan bahwa tebu PRG event SPS3 tidak bersifat toksik bagi organisme non-target. - Dampak terhadap Mikroorganisme Tanah:
Pengamatan terhadap total bakteri, mikroba pelarut fosfat, dan bakteri penambat nitrogen di rizosfer menunjukkan tidak ada perbedaan nyata antara lahan tebu PRG event SPS3 dan tebu BL. Analisis PCR pada sampel tanah juga tidak menemukan keberadaan gen penanda nptII, sehingga mengindikasikan tidak terjadi aliran gen dari tanaman PRG ke bakteri tanah. - Potensi Menjadi Gulma/Invasif:
Uji kompetisi antara tebu PRG event SPS3 dan gulma rumput teki (Cyperus rotundus) menunjukkan bahwa daya saing gulma justru lebih tinggi dibandingkan tebu PRG. Berat kering tebu PRG menurun seiring meningkatnya populasi gulma, sementara berat kering gulma meningkat. Nilai koefisien kesesakan juga mengonfirmasi bahwa tebu PRG event SPS3 tidak memiliki kemampuan mendominasi dan tidak bersifat invasif. - Potensi Perpindahan Gen:
Selama uji FUT dan LUT, tanaman tebu PRG event SPS3 ditebang sebelum berbunga sehingga peluang pembentukan dan penyebaran biji sangat rendah. Secara biologis, biji tebu juga diketahui memiliki viabilitas dan persistensi yang rendah di lingkungan. Tidak ditemukan bukti aliran gen ke mikroorganisme tanah berdasarkan analisis molekuler. - Pengelolaan dan Pemantauan:
Pengelolaan dan pemantauan penanaman tebu PRG event SPS3 akan mengikuti ketentuan Peraturan Menteri Pertanian No. 35 Tahun 2023 tentang pengawasan dan pengendalian varietas tanaman PRG. Rencana pemantauan meliputi pemantauan rutin (tahun ke-3 hingga ke-5 setelah pelepasan) melalui kuesioner kepada pengelola kebun, serta mekanisme pelaporan kasus jika terjadi dugaan dampak negatif, yang akan ditindaklanjuti melalui investigasi oleh tim independen.
Berdasarkan hasil pengkajian keamanan lingkungan tersebut, tebu PRG event SPS3 dinilai tidak menimbulkan dampak merugikan yang signifikan terhadap organisme non-target, keanekaragaman hayati, maupun mikroorganisme tanah, serta tidak berpotensi menjadi gulma invasif atau menyebabkan perpindahan gen yang merugikan. Pemanfaatan tebu PRG event SPS3 tetap akan diawasi melalui skema pengelolaan dan pemantauan sesuai regulasi yang berlaku sebelum dikembangkan lebih luas di lapangan.
13 Responses
Semoga memberikan dampak yang posistif bagi petani tebu Indonesia
Alhamdulillah…. Semoga menjadi tonggak dan penggerak kemajuan bioteknologi pertanian di Indonesia.
Alhamdulillahirobbil alamiin, benar-benar ikut merasa bangga. Semoga inovasi ini dapat menjadi langkah maju bagi pengembangan tebu di Indonesia serta semoga hasil baik ini terus membawa manfaat yang lebih luas dan menjadi awal dari kemajuan-kemajuan berikutnya.
Varietas-varietas tebu baru, baik melalui pemuliaan konvensional maupun bioteknologi, sangat dibutuhkan untuk mengganti varietas lama yang sudah banyak mengalami degenerasi klonal. Semoga tebu PRG event SPS3 ini dapat segera memperoleh sertifikat keamanan hayati dan dilepas sebagai varietas bina.
Kami mendukung adanya upaya untuk peningkatan produksi gula nasional melalui mofidikasi genetika tebu unggul. Kami berharap agar penelitian ini dapat menghasilkan tebu unggul yang tinggi rendemen gula dan biomassa untuk memenuhi kebutuhan gula nasional. Kepada Tim peneliti agar proses dapat berjalan sesuai tahapan dan kaidah pemuliaan tanaman serta memperhatikan keamanan hayati.
Semoga bisa menjadi bahan tanam tebu unggul yang membawa kejayaan industri tebu Indonesia.
Dengan adanya tebu PRG ini bisa membantu keluhan petani tentang tebu yg tahan terhadap hama dan penyakit.
Semoga tebu PRG ini dapat segera memperoleh sertifikat keamanan hayati dan dilepas sebagai varietas yg mampu membawa kesejahteraan bagi petani tebu
Pemuliaan tebu dengan jalan bioteknologi sangat luar biasa. Selain menunjukkan bagaimana penerapan kemajuan ilmu pengetahuan modern, ini juga mendukung kebutuhan produksi gula nasional.
Alhamdulillah..semoga menjadi solusi untuk kemajuan pertanian di Indonesia, khususnya untuk para petani tebu.
Kabar yang sangat menggembirakan di tengah-tengah besarnya konsumsi gula yang tinggi sedangkan produktifitas gula nasional rendah, sehingga impor gula sangat tinggi, dengan direlasenya tebu sps mudah2an dapat mengurangi impor gula dan memenuhi kebutuhan gula dalam negeri.
Alhamdulillah., semoga dengan adanya varietas tebu tinggi rendemen dan biomasa melalui rekayasa genetika ini, dapat mempercepat swasembada gula di Indonesia, oleh karena itu percepatan pelepasan varietas ini sangatlah penting. Kami juga berharap dengan keberhasilan ini akan mendorong majunya ilmu Bioteknologi di Indonesia
Alhamdulillah, kabar baik di awal tahun. Semoga dengan direlease tebu rendemen gula tinggi dapat mencukupi kebutuhan gula dalam negeri dan mengurangi ekspor gula untuk kedepannya, sehingga para petani tebu juga mendapatkan kesejahteraan dan ekonomi Indonesia semakin maju. Sukses selalu Bapak dan Ibu dosen 🙏
Alhamdulillah, semoga karya anak bangsa ini dapat berkontribusi pada peningkatan swasembada gula nasional 🤲🏼🤲🏼