Kanola PRG event MS11 x RF3 x MON88302 merupakan produk rekayasa genetik dari PT. BASF Indonesia yang dirakit melalui persilangan konvensional antara Kanola PRG event MS11 x RF3 (tetua jantan) dan Kanola PRG event MON88302 (tetua betina). Kanola hibrida ini menggabungkan sifat toleran terhadap dua herbisida, yaitu amonium glufosinat dan glifosat, dengan mengekspresikan empat protein sisipan: Barnase, Barstar, PAT/bar, dan CP4 EPSPS.
Kajian keamanan pakan menunjukkan bahwa:
-
Stabilitas Genetik: Produk hasil persilangan mempertahankan integritas dan sifat dari ketiga event tunggal penyusunnya.
-
Kesepadanan Substansial: Komposisi nutrisi dan antinutrisi biji Kanola PRG event MS11 x RF3 x MON88302 setara dengan kanola non-PRG, dengan semua nilai analit berada dalam rentang alami varietas kanola pada umumnya.
-
Ekspresi Protein Sisipan: Konsentrasi protein Barnase, Barstar, PAT/bar, dan CP4 EPSPS pada tanaman hibrida setara dengan yang diekspresikan pada masing-masing event tunggalnya. Ekspresi protein tertinggi umumnya ditemukan pada jaringan vegetatif, dengan konsentrasi sangat rendah atau tidak terdeteksi (<LLOQ) dalam biji.
Ketiga event tunggal pembentuknya (MS11, RF3, dan MON88302) serta hibrida MS11 x RF3 telah memperoleh sertifikat aman pakan di Indonesia. Produk ini juga telah dinyatakan aman pakan di beberapa negara seperti Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Filipina, dan Meksiko.
Berdasarkan kajian TTKH PRG Bidang Keamanan Pakan, produk ini dinyatakan aman untuk dikonsumsi sebagai bahan pakan. Namun, produk belum boleh digunakan sebagai pangan atau dibudidayakan hingga ada penetapan lebih lanjut mengenai keamanan pangan dan lingkungan.
One Response
Jika di kemudian hari ditemukan data baru yang tidak sesuai, status keamanan pakan kanola ini perlu dikaji ulang. Bagaimana mekanisme dan prosedur yang akan diaktifkan untuk melakukan kajian ulang tersebut, dan siapa pihak yang berhak mengajukan permintaan kajian ulang?