Kanola PRG event RF3 Brassica juncea merupakan produk rekayasa genetik dari PT. BASF Indonesia yang diperoleh melalui persilangan konvensional antara Kanola PRG event RF3 B. napus dengan galur B. juncea. Kanola ini mengandung gen sisipan bar yang mengode protein PAT/bar (memberikan sifat toleran terhadap herbisida glufosinat) dan gen barstar yang mengode protein Barstar (sebagai pemulih kesuburan).
Kajian keamanan pakan menunjukkan bahwa:
-
Stabilitas Genetik: Produk mengandung satu salinan sisipan T-DNA yang stabil hingga lima generasi tanpa adanya sekuens backbone plasmid.
-
Kesepadanan Substansial: Komposisi nutrisi dan antinutrisi biji Kanola PRG event RF3 B. juncea sebanding dengan Kanola PRG event RF3 B. napus yang telah disetujui sebelumnya di Indonesia.
-
Ekspresi Protein Sisipan: Protein PAT/bar terekspresi pada semua jaringan tanaman, sedangkan protein Barstar hanya terekspresi sangat rendah pada bagian tertentu (terutama tandan) dan tidak terdeteksi dalam biji.
Kanola PRG event RF3 B. juncea telah dinyatakan aman pakan di beberapa negara seperti Jepang, Australia, Selandia Baru, Meksiko, dan Taiwan. Berdasarkan kajian TTKH PRG Bidang Keamanan Pakan, produk ini dinyatakan aman untuk dikonsumsi sebagai bahan pakan. Namun, produk belum boleh digunakan sebagai pangan atau dibudidayakan hingga ada penetapan lebih lanjut mengenai keamanan pangan dan lingkungan.
One Response
1. Apakah data komposisi berasal dari satu musim tanam atau beberapa musim? Jika hanya satu musim, bagaimana memastikan bahwa variasi antar musim tidak mempengaruhi kesimpulan kesepadanan substansial?
2. Selain berada dalam batas kisaran OECD/ILSI, apakah ada data atau literatur tambahan yang menunjukkan bahwa perbedaan kadar tembaga (lebih tinggi) dan gamma-tokoferol (lebih rendah) merupakan karakteristik yang konsisten pada spesies B. juncea sehingga tidak mempengaruhi keamanan pakan?